Emsisoft Emergency Kit adalah pemindai on-demand gratis dan kuat yang dapat digunakan untuk menghapus virus, trojan, spyware, adware, worm, dan program jahat lainnya. Jika Anda memiliki masalah terkait malware, Anda dapat menggunakan pemindai on-demand gratis ini untuk memeriksa program jahat. Emsisoft Emergency Kit dirancang untuk bekerja bersama program keamanan yang ada tanpa konflik apa pun. Ini memindai komputer dengan cepat dan tidak memperlambat komputer (kecuali selama beberapa menit saat memindai). Emsisoft Emergency Kittidak perlu diinstal. Ini dapat dijalankan langsung dari USB flash drive, CD / DVD, hard drive lokal atau jaringan yang terpasang. Emsisoft Emergency Kit berisi kumpulan program yang dapat digunakan tanpa instalasi perangkat lunak untuk memindai malware dan membersihkan komputer yang terinfeksi: Emsisoft Emergency Kit Scanner dan Emsisoft Commandline Scanner.
Pemindai Emsisoft Emergency Kit menyertakan Pemindai Emsisoft yang kuat lengkap dengan antarmuka pengguna grafis. Ini dapat digunakan untuk memindai komputer Anda dari program jahat. Pemindai Baris Perintah Emsisoft berisi fungsionalitas yang sama dengan Pemindai Kit Darurat tetapi tanpa antarmuka pengguna grafis. Alat baris perintah dibuat untuk pengguna profesional dan sangat cocok untuk pekerjaan batch. Berikut cara mengunduh, menginstal, dan menjalankan pemindaian komputer dengan Emsisoft Emergency Kit: Unduh Emsisoft Emergency Kit. Anda dapat mengunduh Emsisoft Emergency Kit dengan mengklik tautan di bawah ini.
Emsisoft Emergency Kit akan mulai dan akan meminta izin Anda untuk memperbarui dirinya sendiri. Setelah proses pembaruan selesai, klik pada tab “Pindai” , dan lakukan ” Pemindaian Malware “, Sambil menunggu pemindaian selesai gunakan saja komputer anda seperti biasa,kecilkan layar tampilanya.
Emsisoft Emergency Kit sekarang akan memindai PC Anda untuk mencari file berbahaya. Proses ini memerlukan waktu beberapa menit Atau mungkin lebih lama. Ketika pemindaian Emsisoft selesai, Anda akan disajikan dengan layar yang melaporkan file berbahaya mana yang terdeteksi di komputer Anda. Untuk menghapus program berbahaya, klik pada ” Karantina yang dipilih “. Ketika proses penghapusan malware selesai.
Emsisoft Emergency Kit mungkin perlu memulai ulang komputer Anda. Klik pada tombol ” Reebot ” untuk memulai ulang PC Anda. Dan coba pindai sekali lagi jika anda masih belum yakin, pastikan komputer anda bebas, bersih dari segala virus,malware dan yang lainnya. Mudah-mudahan bermangaat meski tida begitu rinci
Seringkali kita grogi ketika harus bicara didepan umum. Termasuk saya yang suka groti ketika pidato, ikut lomba selalu gugup tidak karuan, Bahkan tak jarang pula deg-degan atau keluar keringat dingin … parahnya lagi kalau kita blank dan nggak tahu apa yang kita ingin kita omongin di depan umum. Nah bagaimana sih untuk mengatasi semua itu? 1. Bisa Karena Biasa Sering dengar kan kalimat “practices makes perfect”? coba deh kamu terapin … seperti latihan bicara didepan cermin sebelum kamu tampil aktif dalam organisasi aktif berdiskusi kalau sudah terbiasa lama kelamaan dah jadi biasa dan kamu nggak kan grogi lagi kalau bicara didepan umum. 2. Hadapi saja semua rintangan Banyak orang yang bilang kalau tampil di depan umum “anggap saja didepanmu nggak ada orang” … bahkan ada yang bilang “anggap aja didepanmu batu semua”. Lah kalau nggak ada orang kita ngomong ma sapa dong??? Nah lebih baik kita hadapi audience kita. Anggaplah mereka teman – teman dekat kita. Sehingga kita lebih mudah mempresentasikan apa yang ingin kita sampaikan. Tatap mata mereka dan Komunikasikan apa yang kita ingin sampaikan dihadapan umum. Dengan kontak mata kamu bisa menghilangkan rasa gugupmu. 3. Anggaplah berbicara di depan orang banyak dengan keluarga sama saja Sebenarnya ngomong didepan umum itu nggak ada masalah. Sedari kecil kita sudah belajar ngomong dan sering bercerita panjang lebar menceritakan sesuatu. Nah apa bedanya dengan bicara didepan orang banyak? Tetaplah percaya diri. Karena sebenarnya orang lain juga akan merasakan hal yang sama ketika ada dalam posisimu. 4. Ketenangan saat berada di depan umum berpikirlah positif jangan takut salah atau ditertawakan. Kalau kamu suka gemetaran saat bicara di depan umum. Bila memungkinkan coba deh kamu memegang suatu benda seperti pulpen kertas dsbnya untuk mengalihkan rasa gugupmu. 5. Perhatikan Penampilan Tidak dapat dipungkiri penampilan juga cukup menunjang kepercayaan diri seseorang. Untuk itu persiapkanlah penaampilamu mulai dari atas sampai bawah. Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan kondisi saat kamu ingin mempresentasikan sesuatu. 6. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar Biasakanlah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga ketika suatu kali kamu harus berbicara di suatu tempat yang formal kamu tidak perlu kagok lagi untuk merangkai kata-kata yang ingin kamu sampaikan. 7. Kuasai materi yang akan kita sampaikan Sebelum maju ke depan kamu pelajari dan kuasai dulu materi yang akan kamu presentasikan di hadapan pendengar nanti. Jika kamu tidak memahami apa yang ingin kamu sampaikan bisa-bisa kamu malah blank dan nggak bisa mengontrol apa yang akan kamu sampaikan ke audience. Dengan menguasai materi kamu akan menjadi lebih pede dan lebih mantap dalam menyampaikan materi. 8. Intonasi suara dan Pandangan mata Saat berbicara di depan umum kita tidak berbicara untuk diri kita tapi untuk disampaikan kepada pendengar. Aturlah intonasi suara kita mimik serta pandangan mata kita. Buatlah suasana serileks mungkin berikanlah perhatian pada audience kalau kita juga ingin diperhatikan oleh audience. Mungkin Tips percaya diri berbicara di depan umum hanya 8 bila ada yang kurang mohon maaf, apabila kalian grogi ketika berpidato diorang banyak, silahkan anda bisa memperaktikan Tips dan Triknya diatas. terimakasih ….
Seringkali kita grogi ketika harus bicara didepan umum. Termasuk saya yang suka groti ketika pidato, ikut lomba selalu gugup tidak karuan, Bahkan tak jarang pula deg-degan atau keluar keringat dingin … parahnya lagi kalau kita blank dan nggak tahu apa yang kita ingin kita omongin di depan umum. Nah bagaimana sih untuk mengatasi semua itu? 1. Bisa Karena Biasa Sering dengar kan kalimat “practices makes perfect”? coba deh kamu terapin … seperti latihan bicara didepan cermin sebelum kamu tampil aktif dalam organisasi aktif berdiskusi kalau sudah terbiasa lama kelamaan dah jadi biasa dan kamu nggak kan grogi lagi kalau bicara didepan umum. 2. Hadapi saja semua rintangan Banyak orang yang bilang kalau tampil di depan umum “anggap saja didepanmu nggak ada orang” … bahkan ada yang bilang “anggap aja didepanmu batu semua”. Lah kalau nggak ada orang kita ngomong ma sapa dong??? Nah lebih baik kita hadapi audience kita. Anggaplah mereka teman – teman dekat kita. Sehingga kita lebih mudah mempresentasikan apa yang ingin kita sampaikan. Tatap mata mereka dan Komunikasikan apa yang kita ingin sampaikan dihadapan umum. Dengan kontak mata kamu bisa menghilangkan rasa gugupmu. 3. Anggaplah berbicara di depan orang banyak dengan keluarga sama saja Sebenarnya ngomong didepan umum itu nggak ada masalah. Sedari kecil kita sudah belajar ngomong dan sering bercerita panjang lebar menceritakan sesuatu. Nah apa bedanya dengan bicara didepan orang banyak? Tetaplah percaya diri. Karena sebenarnya orang lain juga akan merasakan hal yang sama ketika ada dalam posisimu. 4. Ketenangan saat berada di depan umum berpikirlah positif jangan takut salah atau ditertawakan. Kalau kamu suka gemetaran saat bicara di depan umum. Bila memungkinkan coba deh kamu memegang suatu benda seperti pulpen kertas dsbnya untuk mengalihkan rasa gugupmu. 5. Perhatikan Penampilan Tidak dapat dipungkiri penampilan juga cukup menunjang kepercayaan diri seseorang. Untuk itu persiapkanlah penaampilamu mulai dari atas sampai bawah. Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan kondisi saat kamu ingin mempresentasikan sesuatu. 6. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar Biasakanlah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga ketika suatu kali kamu harus berbicara di suatu tempat yang formal kamu tidak perlu kagok lagi untuk merangkai kata-kata yang ingin kamu sampaikan. 7. Kuasai materi yang akan kita sampaikan Sebelum maju ke depan kamu pelajari dan kuasai dulu materi yang akan kamu presentasikan di hadapan pendengar nanti. Jika kamu tidak memahami apa yang ingin kamu sampaikan bisa-bisa kamu malah blank dan nggak bisa mengontrol apa yang akan kamu sampaikan ke audience. Dengan menguasai materi kamu akan menjadi lebih pede dan lebih mantap dalam menyampaikan materi. 8. Intonasi suara dan Pandangan mata Saat berbicara di depan umum kita tidak berbicara untuk diri kita tapi untuk disampaikan kepada pendengar. Aturlah intonasi suara kita mimik serta pandangan mata kita. Buatlah suasana serileks mungkin berikanlah perhatian pada audience kalau kita juga ingin diperhatikan oleh audience. Mungkin Tips percaya diri berbicara di depan umum hanya 8 bila ada yang kurang mohon maaf, apabila kalian grogi ketika berpidato diorang banyak, silahkan anda bisa memperaktikan Tips dan Triknya diatas. terimakasih ….
Tutorial Tutorial (tutoring) adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat akademik oleh tutor kepada mahasiswa (tutee) untuk membantu kelancaran proses belajar madiri mahasiswa secara perorangan atau kelompok berkaitan dengan materi ajar. Tutorial dilaksanakan secara tatap muka atau jarak jauh berdasarkan konsep belajar mandiri. Konsep belajar mandiri dalam tutorial mengandung pengertian, bahwa tutorial merupakan bantuan belajar dalam upaya memicu dan memacu kemandirian, disiplin, dan inisiatif diri mahasiswa dalam belajar dengan minimalisasi intervensi dari pihak pembelajar/tutor. Prinsip pokok tutorial adalah “kemandirian mahasiswa” (student’s independency). Tutorial tidak ada, jika kemandirian tidak ada. Jika mahasiswa tidak belajar di rumah, dan datang ke tutorial dengan ‘kepala kosong’, maka yang terjadi adalah “perkuliahan” biasa, bukan tutorial. Dengan demikian, secara konseptual tutorial perlu dibedakan secara tegas dengan “kuliah” (lecturing) yang umum berlaku di perguruan tinggi tatap muka, di mana peran dosen sangat besar. Peran utama tutor dalam tutorial adalah: (1) “pemicu” dan “pemacu” kemandirian belajar mahasiswa, berpikir dan berdiskusi; dan (2) “pembimbing, fasilitator, dan mediator” mahasiswa dalam membangun pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan akademik dan profesional secara mandiri, dan/atau dalam menghadapi atau memecahkan masalah-masalah dalam belajar mandirinya; memberikan bimbingan dan panduan agar mahasiswa secara mandiri memahami materi mata kuliah; memberikan umpan balik kepada mahasiswa secara tatap muka atau melalui alat komunikasi; memberikan dukungan dan bimbingan, termasuk memotivasi dan membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan belajarnya. Agar tutorial tidak terjebak dalam situasi perkuliahan biasa, terbina hubungan bersetara, mampu memainkan peran-peran di atas, dan tutorial berjalan efektif, tutor perlu menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berfungsi untuk: (1) membangkitkan minat mahasiswa terhadap materi yang sedang dibahas, (2) menguji pemahaman mahasiswa terhadap materi pelajaran, (3) memancing mahasiswa agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan tutorial, (4) mendiagnosis kelemahan-kelemahan mahasiswa, dan (5) menuntun mahasiswa untuk dapat menjawab masalah yang sedang dihadapi (Hyman, dalam Suroso, 1992). Tutor juga menstimulasi mahasiswa untk terlibat aktif dalam pembahasan: (1) masalah yang ditemukan mahasiswa dalam mempelajari modul; (2) kompetensi atau konsep esensial matakuliah; (3) persoalan yang terkait dengan unjuk kerja (praktik/praktikum) mahasiswa di dalam/di luar kelas tutorial; dan (4) masalah yang berkaitan dengan profesi keguruan yang ditemukan ketika mahasiswa menjalankan tugas sehari-hari sebagai guru. Untuk mendukung pelaksanaan peran dan fungsi-fungsi di atas, tutor perlu menguasai secara trampil sejumlah keterampilan dasar tutorial, yakni: (1) membuka dan menutup tutorial; (2) bertanya lanjut; (3) memberi penguatan; (4) mengadakan variasi; (5) menjelaskan; (6) memimpin diskusi kelompok kecil; (7) mengelola kelas; dan (8) mengajar kelompok kecil dan perorangan. Kedelapan jenis keterampilan dasar tutorial ini pada dasarnya sama dengan keterampilan dasar mengajar, yang diadaptasi dari perangkat “Sydney Micro Skills” yang dikembangkan oleh Sydney University tahun 1973. a. Prinsip-prinsip Tutorial Beberapa prinsip dasar tutorial yang sebaiknya dipahami oleh tutor agar penyelenggaraan tutorial yang efektif, dan tidak terjebak pada situasi perkuliahan biasa, adalah: 1. Interaksi tutor-tutee sebaiknya berlangsung pada tingkat metakognitif, yaitu tingkatan berpikir yang menekankan pada pembentukan keterampilan “learning how to learn” atau “think how to think” (mengapa demikian, bagaimana hal itu bisa terjadi, dsb). 2. Tutor harus membimbing tutee dengan teliti dalam keseluruhan langkah proses belajar yang dijalani oleh tutee. 3. Tutor harus mampu mendorong tutee sampai pada taraf pengertian (understanding = C2) yang mendalam sehingga mampu menghasilkan pengetahuan (create = C6) yang tahan lama. 4. Tutor seyogianya menghindarkan diri dari pemberian informasi semata (transfer of knowledge/information), dan menantang tutee untuk menggali informasi/pengetahuan sendiri dari berbagai sumber belajar dan pengalaman lapangan. 5. Tutor sebaiknya menghindarkan diri dari upaya memberikan pendapat terhadap kebenaran dan kualitas komentar atau sumbang pikiran (brainstroming) tutee. 6. Tutor harus mampu menumbuhkan diskusi, komentar dan kritik antartutee, sehingga dapat meningkatkan kemampuan intelektual, psikomotorik, sikap demokrasi, kerjasama, dan interaksi antartutee. 7. Segala kuputusan dalam tutorial sebaiknya diambil melalui proses dinamika kelompok di mana setiap tutee dalam kelompok memberikan sumbang pikirannya. 8. Tutor sebaiknya menghindari pola interaksi tutor-tutee, dan mengembangkan pola interaksi tutee-tutee. 9. Tutor perlu melakukan pelacakan lebih jauh (probing) terhadap setiap kebenaran jawaban atau pendapat tutee, untuk lebih meyakinkan tutee atas kebenaran jawaban atau pendapat yang dikemukakan tutee. (Anda yakin demikian, mengapa, apa alasannya?). 10. Tutor seyogianya mampu membuat variasi stimulasi/rangsangan untuk belajar, sehingga tutee tidak merasa bosan, jenuh, dan/atau putus asa. 11. Tutor selayaknya memantau kualitas kemajuan belajar tutee dengan mengarahkan kajian sampai pada taraf pengertian yang mendalam (indepth understanding). 12. Tutur perlu menyadari kemungkinan munculnya potensi masalah interpersonal dalam kelompok, dengan segera melakukan intervensi skala kecil untuk memelihara efektivitas proses kerja dan dinamika kelompok. tutor perlu senantiasa bekerjasama (power with) dengan tutee, dan selalu bertanggungjawab atas proses belajar dalam kelompok. Akan tetapi, sewaktu-waktu tutor juga harus lepas tangan (power off) bila proses belajar tutee telah berjalan dengan baik. b. Model-model Tutorial Model tutorial adalah suatu analog konseptual tentang tutorial yang digunakan untuk menyarankan bagaimana sebuah proses tutorial selayaknya dilakukan. Model tutorial juga dapat diartikan sebagai sebuah struktur konseptual tentang tutorial yang dapat membantu memberikan bimbingan atau arahan kepada tutor di dalam mengelola dan mengembangkan aktivitas tutorial, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif. Sebuah model tutorial, dikembangkan atas dasar pertimbangan-pertimbangan filosofis, psikologis, sosial, kultural tentang hakikat tutee, tutor, materi, dsb. Pada dasarnya, terdapat ragam model tutorial yang dikenal dalam kepustakaan tutorial. Beberapa model tutorial yang bisa digunakan oleh para tutor secara terampil untuk keperluan tutorial di Universitas Terbuka di antaranya model-model tutorial tersebut sengaja dikembangkan dalam rangka Program Akreditasi Tutor UT (PAT-UT), yakni: (1) PAT-UT I, (2) PAT-UT II, dan (3) PAT-UT III. Selain itu para tutor juga dapat menggunakan model-model tutorial yang aktif-kreatif inovatif yang banyak berkembang dan digunakan dalam pembelajaran di Indonesia seperti: Cooperative Learning, Jigsaw I dan II, Konstruktivisme, Pemecahan Masalah/Studi Kasus, Model Kreatif & Produktif, Latihan Keterampilan, Simulasi & Bermain Peran, atau Model Pembelajaran Orang Dewasa. c. Modus Tutorial Di UT, ada empat modus tutorial, yakni: tutorial tatap muka (TTM); tutorial tertulis (tutis) lewat surat-menyurat/krespondensi; tutorial elektorik (tutel) lewat televisi, radio, media massa, dan internet; dan tutorial online (tuton) lewat internet. Bagi mahasiswa PENDAS ada dua modus tutorial yang disediakan, yaitu (1) Tutorial Tatap muka (TTM), meliputi Tutorial Tatap Muka Wajib (TTM) dan Tutorial Tatap Muka Atas Dasar Permintaan Mahasiswa (TTM-ATPEM).dan (2) tutorial online (tuton) lewat internet.
Tutorial Tutorial (tutoring) adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat akademik oleh tutor kepada mahasiswa (tutee) untuk membantu kelancaran proses belajar madiri mahasiswa secara perorangan atau kelompok berkaitan dengan materi ajar. Tutorial dilaksanakan secara tatap muka atau jarak jauh berdasarkan konsep belajar mandiri. Konsep belajar mandiri dalam tutorial mengandung pengertian, bahwa tutorial merupakan bantuan belajar dalam upaya memicu dan memacu kemandirian, disiplin, dan inisiatif diri mahasiswa dalam belajar dengan minimalisasi intervensi dari pihak pembelajar/tutor. Prinsip pokok tutorial adalah “kemandirian mahasiswa” (student’s independency). Tutorial tidak ada, jika kemandirian tidak ada. Jika mahasiswa tidak belajar di rumah, dan datang ke tutorial dengan ‘kepala kosong’, maka yang terjadi adalah “perkuliahan” biasa, bukan tutorial. Dengan demikian, secara konseptual tutorial perlu dibedakan secara tegas dengan “kuliah” (lecturing) yang umum berlaku di perguruan tinggi tatap muka, di mana peran dosen sangat besar. Peran utama tutor dalam tutorial adalah: (1) “pemicu” dan “pemacu” kemandirian belajar mahasiswa, berpikir dan berdiskusi; dan (2) “pembimbing, fasilitator, dan mediator” mahasiswa dalam membangun pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan akademik dan profesional secara mandiri, dan/atau dalam menghadapi atau memecahkan masalah-masalah dalam belajar mandirinya; memberikan bimbingan dan panduan agar mahasiswa secara mandiri memahami materi mata kuliah; memberikan umpan balik kepada mahasiswa secara tatap muka atau melalui alat komunikasi; memberikan dukungan dan bimbingan, termasuk memotivasi dan membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan belajarnya. Agar tutorial tidak terjebak dalam situasi perkuliahan biasa, terbina hubungan bersetara, mampu memainkan peran-peran di atas, dan tutorial berjalan efektif, tutor perlu menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berfungsi untuk: (1) membangkitkan minat mahasiswa terhadap materi yang sedang dibahas, (2) menguji pemahaman mahasiswa terhadap materi pelajaran, (3) memancing mahasiswa agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan tutorial, (4) mendiagnosis kelemahan-kelemahan mahasiswa, dan (5) menuntun mahasiswa untuk dapat menjawab masalah yang sedang dihadapi (Hyman, dalam Suroso, 1992). Tutor juga menstimulasi mahasiswa untk terlibat aktif dalam pembahasan: (1) masalah yang ditemukan mahasiswa dalam mempelajari modul; (2) kompetensi atau konsep esensial matakuliah; (3) persoalan yang terkait dengan unjuk kerja (praktik/praktikum) mahasiswa di dalam/di luar kelas tutorial; dan (4) masalah yang berkaitan dengan profesi keguruan yang ditemukan ketika mahasiswa menjalankan tugas sehari-hari sebagai guru. Untuk mendukung pelaksanaan peran dan fungsi-fungsi di atas, tutor perlu menguasai secara trampil sejumlah keterampilan dasar tutorial, yakni: (1) membuka dan menutup tutorial; (2) bertanya lanjut; (3) memberi penguatan; (4) mengadakan variasi; (5) menjelaskan; (6) memimpin diskusi kelompok kecil; (7) mengelola kelas; dan (8) mengajar kelompok kecil dan perorangan. Kedelapan jenis keterampilan dasar tutorial ini pada dasarnya sama dengan keterampilan dasar mengajar, yang diadaptasi dari perangkat “Sydney Micro Skills” yang dikembangkan oleh Sydney University tahun 1973. a. Prinsip-prinsip Tutorial Beberapa prinsip dasar tutorial yang sebaiknya dipahami oleh tutor agar penyelenggaraan tutorial yang efektif, dan tidak terjebak pada situasi perkuliahan biasa, adalah: 1. Interaksi tutor-tutee sebaiknya berlangsung pada tingkat metakognitif, yaitu tingkatan berpikir yang menekankan pada pembentukan keterampilan “learning how to learn” atau “think how to think” (mengapa demikian, bagaimana hal itu bisa terjadi, dsb). 2. Tutor harus membimbing tutee dengan teliti dalam keseluruhan langkah proses belajar yang dijalani oleh tutee. 3. Tutor harus mampu mendorong tutee sampai pada taraf pengertian (understanding = C2) yang mendalam sehingga mampu menghasilkan pengetahuan (create = C6) yang tahan lama. 4. Tutor seyogianya menghindarkan diri dari pemberian informasi semata (transfer of knowledge/information), dan menantang tutee untuk menggali informasi/pengetahuan sendiri dari berbagai sumber belajar dan pengalaman lapangan. 5. Tutor sebaiknya menghindarkan diri dari upaya memberikan pendapat terhadap kebenaran dan kualitas komentar atau sumbang pikiran (brainstroming) tutee. 6. Tutor harus mampu menumbuhkan diskusi, komentar dan kritik antartutee, sehingga dapat meningkatkan kemampuan intelektual, psikomotorik, sikap demokrasi, kerjasama, dan interaksi antartutee. 7. Segala kuputusan dalam tutorial sebaiknya diambil melalui proses dinamika kelompok di mana setiap tutee dalam kelompok memberikan sumbang pikirannya. 8. Tutor sebaiknya menghindari pola interaksi tutor-tutee, dan mengembangkan pola interaksi tutee-tutee. 9. Tutor perlu melakukan pelacakan lebih jauh (probing) terhadap setiap kebenaran jawaban atau pendapat tutee, untuk lebih meyakinkan tutee atas kebenaran jawaban atau pendapat yang dikemukakan tutee. (Anda yakin demikian, mengapa, apa alasannya?). 10. Tutor seyogianya mampu membuat variasi stimulasi/rangsangan untuk belajar, sehingga tutee tidak merasa bosan, jenuh, dan/atau putus asa. 11. Tutor selayaknya memantau kualitas kemajuan belajar tutee dengan mengarahkan kajian sampai pada taraf pengertian yang mendalam (indepth understanding). 12. Tutur perlu menyadari kemungkinan munculnya potensi masalah interpersonal dalam kelompok, dengan segera melakukan intervensi skala kecil untuk memelihara efektivitas proses kerja dan dinamika kelompok. tutor perlu senantiasa bekerjasama (power with) dengan tutee, dan selalu bertanggungjawab atas proses belajar dalam kelompok. Akan tetapi, sewaktu-waktu tutor juga harus lepas tangan (power off) bila proses belajar tutee telah berjalan dengan baik. b. Model-model Tutorial Model tutorial adalah suatu analog konseptual tentang tutorial yang digunakan untuk menyarankan bagaimana sebuah proses tutorial selayaknya dilakukan. Model tutorial juga dapat diartikan sebagai sebuah struktur konseptual tentang tutorial yang dapat membantu memberikan bimbingan atau arahan kepada tutor di dalam mengelola dan mengembangkan aktivitas tutorial, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif. Sebuah model tutorial, dikembangkan atas dasar pertimbangan-pertimbangan filosofis, psikologis, sosial, kultural tentang hakikat tutee, tutor, materi, dsb. Pada dasarnya, terdapat ragam model tutorial yang dikenal dalam kepustakaan tutorial. Beberapa model tutorial yang bisa digunakan oleh para tutor secara terampil untuk keperluan tutorial di Universitas Terbuka di antaranya model-model tutorial tersebut sengaja dikembangkan dalam rangka Program Akreditasi Tutor UT (PAT-UT), yakni: (1) PAT-UT I, (2) PAT-UT II, dan (3) PAT-UT III. Selain itu para tutor juga dapat menggunakan model-model tutorial yang aktif-kreatif inovatif yang banyak berkembang dan digunakan dalam pembelajaran di Indonesia seperti: Cooperative Learning, Jigsaw I dan II, Konstruktivisme, Pemecahan Masalah/Studi Kasus, Model Kreatif & Produktif, Latihan Keterampilan, Simulasi & Bermain Peran, atau Model Pembelajaran Orang Dewasa. c. Modus Tutorial Di UT, ada empat modus tutorial, yakni: tutorial tatap muka (TTM); tutorial tertulis (tutis) lewat surat-menyurat/krespondensi; tutorial elektorik (tutel) lewat televisi, radio, media massa, dan internet; dan tutorial online (tuton) lewat internet. Bagi mahasiswa PENDAS ada dua modus tutorial yang disediakan, yaitu (1) Tutorial Tatap muka (TTM), meliputi Tutorial Tatap Muka Wajib (TTM) dan Tutorial Tatap Muka Atas Dasar Permintaan Mahasiswa (TTM-ATPEM).dan (2) tutorial online (tuton) lewat internet.
Banyak orang telah senang mendengar bahwa Facebook kini memungkinkan pengguna untuk memilih SSL / HTTPS enkripsi penuh sepanjang sesi mereka untuk mencegah mereka dari account yang dikompromikan melalui WiFi terenkripsi dengan menggunakan alat-alat seperti Firesheep. Pada saat artikel ini (28 Januari 2011 ) hanya sebagian kecil dari semua akun Facebook telah diaktifkan untuk menggunakan opsi ini. Kami berharap untuk menjadi tersedia untuk semua pengguna Facebook dalam waktu singkat. Mitos bahwa sesi HTTPS mengkonsumsi sejumlah besar sumber daya harus dibatalkan. Sementara enkripsi mungkin tampak menjadi tugas tugas berat, algoritma modern dirancang untuk menciptakan keamanan maksimum untuk dampak minimal.
Jika Anda seorang webmaster atau administrator TI yang bertanggung jawab untuk memberikan layanan kepada pelanggan Anda, silahkan lihat ke dalam mengamankan halaman Anda dan mengikuti jejak Facebook. Jika mereka dapat memberikan lapisan tambahan perlindungan bagi lebih dari 500 juta pengguna, tentunya Anda dapat memberikan proteksi yang sama kepada pengguna.
Untuk pengguna Facebook, selain memilih opsi HTTPS baru, lihatlah panduan kami tentang bagaimana mengamankan profil Anda .
Recent Comments